Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksi perseroan tidak memerlukan
penambahan modal hingga tiga tahun ke depan.
Achmar Baiquni,
Direktur Utama terpilih BNI, mengatakan modal BNI mencukupi untuk
kebutuhan ekspansi setiap tahun jika rasio pembayaran dividen
diturunkan. Tahun ini, pemegang saham menetapkan rasio pembayaran
dividen sebesar 25% dari perolehan laba bersih sebanyak Rp10,78 triliun.
Rasio ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar
30%.
" Kami saat ini lewat dividen payout ratio, tahun ini bagus ,
mudah-mudahan tahun depan juga," katanya seperti dikutip Bisnis.com,
Senin (6/4/2015).
Baiquni menjelaskan, tahun ini ekspansi kredit
ditargetkan tumbuh di kisaran 14%-16% dengan ditopang pertumbuhan
penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10%-12%.
Dia mengimbuhkan, dengan tingkat return of equity (RoE) sebesar 24%, pemupukan modal perseroan dari hasil keuntungan terbilang tinggi.
Terlebih,
tahun ini BNI ini memproyeksi margin bunga bersih tetap dijaga di level
6,2%. Dengan kata lain, semakin besar keuntungan, pemupukan modal
semakin meningkat.Hingga Desember 2014, rasio kecukupan modal BNI
mencapai 16,2%.
Posting Komentar